4 hari yang lalu terjadi kegaduhan setelah anak perempuan temanku terkena air panas. Saat itu aku dengan beberapa anak sedang kumpul sekedar untuk mengobrol. Ketika tiba - tiba istri dari temanku berlari dengan menangis. Beberapa saat kemudian, diketahui putrinya terkena air panas dengan kondisi luka di sekitar lengan dan daerah dada. Ketika ditanya langkah pertama yang dilakukan untuk mengobatinya ternyata si ibu telah memberi anak tersebut odol ( pasta gigi ), pada saat itu secepatnya aku menyarankan untuk diberi air mengalir dari kran.
Kejadian tersebut memberikan kita pemahaman bahwasanya banyak diantara kita yang masih mempunyai pengetahuan bahwasanya pada saat terjadi kecelakaan akibat terkena air panas kita sering kali masih memberi korban dengan pasta gigi, padahal dari beberapa sumber diketahui bahwa pemberian pasta gigi akan memperparah kondisi si korban karena akan menyebabkan infeksi.
Sebelum menginjak ke pertolongan pertama yang dapat kita lakukan pada saat terjadi kecelakaan, berikut ini akan kita bahas mengenai sumber panas itu sendiri, yaitu :
1. api, sertika yang sedang dipakai, ledakan kompor, air atau minyak panas.
2. bahan kimia, ( asam kuat atau basa kuat ) dan radiasi
3. sengatan listrik
4. air panas dibedakan menjadi air panas bersih dan air panas kotor ( kuah bakso, soto ) , yang apabila tidak segera dibersihkan akan tumbuh bakteri.
JANGAN PAKAI AIR DINGIN ( ES ), karena akan menyebabkan luka lebih dalam ( hipotermia ( menurunnya suhu tubuh ) dan gangguan irama jantung.
Berikut ini pertolongan pertama pada saat terjadi luka bakar / panas.
Yang perlu diperhatikan adaah mengetahui penyebab terjadinya luka;
1. Bila terciprat atau tersiram air panas segera siramkan air ke bagian tubuh yang panas. Kalau perlu , rendam atau kompres selama 5 - 15 menit.
2. Jika pakaian korban terbakar, jangan biarkan berlarian kesana - kemari. Mintalah ia bergulling - guling supaya apinya padam. Kalau masih belum padam juga, siramkan air atau lingkupi dengan kain bersih yang dibasahi. Jika korban menggunakan kain katun yang mudah menempel pada tubuh , maka melepaskannya jangan ditarik paksa. Gunting bahan itu dan lepaskan secara hati - hati. Begitu juga dengan segala perhiasan harus segera dilepas untuk melepaskan panas.
3. Bila korban terkena bahan kimia langsung siram atau rendam dengan air. Lakukan hati - hati jangan sampai cairan kimia menyebar ke bagian tubuh lain. Lepaskan pula pakaian korban yang terkena bahan kimia. Sebisa mungkin si penolong menghindai kontak langsung dengan korban dan baju yang dikenakan. Bila ada pakailah sarung tangan, masker, baju pelindung, dan kaca mata pelindung.
4. Bila terkena sengatan arus listrik, matika segerra sumber listriknya. Atau putuskan korban dari sumber listrik dengan kayu kering atau bahan lain yang kedap listrik seperti plastik atau karet. Ingat, saat menolong pakailah alas kaki kering agar tidak ikut tersetrum Bila korban tak sadarkan diri, periksalah napas dan denyut nadinya. Kalau terganggu berikan pernapasan buatan dan baa ke rumah sakit.
Kamis, 05 Mei 2011
Selasa, 03 Mei 2011
Bapakku yang sedang marah
Dulu, aku punya kebiasaan baik yaitu kemampuanku untuk mendengarkan. Setelah bertambahnya usia kemampuan tersebut semaki memudar kalau tidak dikatakan dengan menghilang, sejalan dengan bertambahnya usia dan arogansi, serta ego yang semakin tinggi. Memonopoli pembicaraan, mengklaim kebenaran, memotong pembicaraan dan menghakimi menjadi bahasa sehari - hariku.
Hari ini kebetulan terdapat kesempatan kalau tidak dikatakan kebetulan, aku mempunyai banyak waktu untuk mendengarkan Bapak Budi ( kita panggil saja demikian ) bercerita selama hampir dua jam, dengan sesekali ( hanya sesekali ) aku memotong pembicaraannya. Beliau bercerita tentang sejarah perjalanan hidupnya selama hampir 32 tahun mengabdi dengan majikannya bernama Bapak Asep.
Pak Budi bercerita tentang penderitaannya mengabdi dengan Bapak Asep, betapa dia sering diperlakukan secara tidak adil, dipanggil dengan panggilan yang tidak sopan, diambil haknya. Semua itu mengalir tanpa tendeng aling-aling. Selama ini hubunganku dengan Bapak Budi hanya hubungan kerja, karena aku tidak mau repot terlibat hubungan yang mendalam dengan teman kerja, karena dunia kerja tidak dapat kita pungkiri penuh dengan gosip. Jadi prinsipku, bekerja dengan baik, tidak merugikan rekan kerja , tidak merugikan lembaga itu cukup. Kenapa harus ribet ngobrol kesana - kemari ?
Pendapatku itu ternyata ada kelirunya juga. Menjadi pendengar yang baik ternyata berbeda dengan menjadi penggosip. Menjadi pendengar mungkin tidak menyelesaikan masalah tapi tidak juga menimbulkan gosip . Kemampuan bisa juga kita sebut keterampilan mendengar dibutuhkan banyak orang . Orang yang berbicara dengan kita , seringkali tidak membutuhkan solusi, mereka hanya butuh orang yang peduli dengan penderitaannya. Memahami bukan pula berarti menceburkan diri kepada permasalahan orang tersebut sehingga memungkinkan muncul pendapat yang akan memperkeruh masalah.
Menjadi pendengar yang baik, itu membutuhkan kesabaran yang sangat luar biasa. Karena mungkin saja apa yang kita dengar tidak sesuai dengan prinsip yang kita pegang.
Pendengar yang baik membutuhkan kelapangan hati dan ketulusan. Karena orang akan tahu bahwa kita tidak peduli atau tidak berempati dengan penderitaan orang tersebut
Pendengar yang baik adalah sebuah sikap yang berat, karena akan sangat sulit bagi kita menekan ego kita saat berbicara dengan orang sangat mendominasi pembicaraan.
Menurutku salah satu pendengar yang baik itu adalah Desi Anwar. Tidak ada satupun yang akan menolak bahwa Desi Anwar adalah pibadi yang pintar dan berpengetahuan luas. Tapi ketika dia mewawancara lawan bicaranya kepribadiannya luruh yang ada hanya tokoh yang dia ajak bicara. Bahasa tubuh, cara dia memandang, intonasinya mencerminkan bahwa lawan bicaranyalah penguasa percakapan. Dia dengan sabar mendengarkan lawan bicaranya. Keterarampilan tersebut tidak akan hadir tanpa kerendahatian yang tinggi.
Jadi kalau selama ini semua orang berlomba menjadi orator, pembicara utama. Tidak adakah yang ingin menjadi pendengar yang baik ??
Hari ini kebetulan terdapat kesempatan kalau tidak dikatakan kebetulan, aku mempunyai banyak waktu untuk mendengarkan Bapak Budi ( kita panggil saja demikian ) bercerita selama hampir dua jam, dengan sesekali ( hanya sesekali ) aku memotong pembicaraannya. Beliau bercerita tentang sejarah perjalanan hidupnya selama hampir 32 tahun mengabdi dengan majikannya bernama Bapak Asep.
Pak Budi bercerita tentang penderitaannya mengabdi dengan Bapak Asep, betapa dia sering diperlakukan secara tidak adil, dipanggil dengan panggilan yang tidak sopan, diambil haknya. Semua itu mengalir tanpa tendeng aling-aling. Selama ini hubunganku dengan Bapak Budi hanya hubungan kerja, karena aku tidak mau repot terlibat hubungan yang mendalam dengan teman kerja, karena dunia kerja tidak dapat kita pungkiri penuh dengan gosip. Jadi prinsipku, bekerja dengan baik, tidak merugikan rekan kerja , tidak merugikan lembaga itu cukup. Kenapa harus ribet ngobrol kesana - kemari ?
Pendapatku itu ternyata ada kelirunya juga. Menjadi pendengar yang baik ternyata berbeda dengan menjadi penggosip. Menjadi pendengar mungkin tidak menyelesaikan masalah tapi tidak juga menimbulkan gosip . Kemampuan bisa juga kita sebut keterampilan mendengar dibutuhkan banyak orang . Orang yang berbicara dengan kita , seringkali tidak membutuhkan solusi, mereka hanya butuh orang yang peduli dengan penderitaannya. Memahami bukan pula berarti menceburkan diri kepada permasalahan orang tersebut sehingga memungkinkan muncul pendapat yang akan memperkeruh masalah.
Menjadi pendengar yang baik, itu membutuhkan kesabaran yang sangat luar biasa. Karena mungkin saja apa yang kita dengar tidak sesuai dengan prinsip yang kita pegang.
Pendengar yang baik membutuhkan kelapangan hati dan ketulusan. Karena orang akan tahu bahwa kita tidak peduli atau tidak berempati dengan penderitaan orang tersebut
Pendengar yang baik adalah sebuah sikap yang berat, karena akan sangat sulit bagi kita menekan ego kita saat berbicara dengan orang sangat mendominasi pembicaraan.
Menurutku salah satu pendengar yang baik itu adalah Desi Anwar. Tidak ada satupun yang akan menolak bahwa Desi Anwar adalah pibadi yang pintar dan berpengetahuan luas. Tapi ketika dia mewawancara lawan bicaranya kepribadiannya luruh yang ada hanya tokoh yang dia ajak bicara. Bahasa tubuh, cara dia memandang, intonasinya mencerminkan bahwa lawan bicaranyalah penguasa percakapan. Dia dengan sabar mendengarkan lawan bicaranya. Keterarampilan tersebut tidak akan hadir tanpa kerendahatian yang tinggi.
Jadi kalau selama ini semua orang berlomba menjadi orator, pembicara utama. Tidak adakah yang ingin menjadi pendengar yang baik ??
NII, OSAMA , RADIKALISME, ada apa sebenarnya dengan manusia ?
Seperti menjadi pekerjaan media masa, baik cetak maupun elektronik yang memperdagangkan teror, kriminalitas, rasa takut dan penderitaan manusia.
NII dengan segala seluk beluknya telah memberi lahan agar media mempunyai sesuatu untuk di tayangkan. Walaupun, memang betul NII itu ada dengan Mahad Az-Zaytun Indramayu dengan Panji Gumilang sebagai dedengkotnya. Bersamaan dengan NII terjadi pemboman di mesjid Az-Zikra di Mapolresta Cirebon, yang kebetulan menjadi tempat dimana aku tinggal. Bom Cirebon, NII belum reda muncul berita kematian Osama bin Laden dengan segala kontroversinya.
Radikalisme, kekerasan telah menjadi bahasa sehari-hari kita. Kekerasan yang membudaya tidak lagi dianggap sebagai perilaku meyimpang jika hal tersebut dilakukan banyak orang. Terbukti dengan hasil survey yang diadakan di 100 sekolah di Jakarta , dengan angka 48,7 % remaja menganggap radikalisme yang dilakukan atas nama agama dianggap sebagai suatu kebenaran .Pertanyaannya apakah kita sebagai pelaku radikalisme atau korban radikalisme itu sendiri telah menganggap radikalisme sebagi sesuatu hal yang lumrah.
Terlalu berat dan besar jika kita membicarakan radikalisme dengan melihat bom Cirebon, NII atau Osama, karena dalam keseharian kita disekitar kita sering kita melihat radikalisme di sekilar kita, bahkan kita sering kali menjadi pelaku radikalisme itu sendiri.
Cara kita memperlakukan sesamanya terutama orang yang secara struktural dibawah kita, cara orang tua memperlakukan anak-anaknya, cara memperlakukan negara terhadap rakyatnya.
Jusuf Kalla berkata bahwa radikalisme akan tumbuh subur selama keadilan belum ditegakkan. Jadi kita tidak bisa berharap akan terjadi deradikalisme di dunia selama masih ada ketidakadilan. Seperti halnya surga dan neraka sebagai sebuah pasangan. Kitapun tidak dapat berharap akan timbul kesejahteraan selama terdapat perrilaku yanfg tidak adil, padahal ketidakadilan, kesewenangwenangan , kejahatan itu akan selalu ada karena adanya kebaikan, kabijaksanaan. Jadi jangan terlalu berharap dunia akan aman tentram karena hakikatnya akan selalu ada dua sisi di dunia ini. Keputusan kitalah untuk memilih sisi yang mana, apakah sisi kegelapan atau terang. Karena pada dasarnya dua sisi itu akan selalu ada selama manusia itu hidup dan selama dunia masih berputar.
NII dengan segala seluk beluknya telah memberi lahan agar media mempunyai sesuatu untuk di tayangkan. Walaupun, memang betul NII itu ada dengan Mahad Az-Zaytun Indramayu dengan Panji Gumilang sebagai dedengkotnya. Bersamaan dengan NII terjadi pemboman di mesjid Az-Zikra di Mapolresta Cirebon, yang kebetulan menjadi tempat dimana aku tinggal. Bom Cirebon, NII belum reda muncul berita kematian Osama bin Laden dengan segala kontroversinya.
Radikalisme, kekerasan telah menjadi bahasa sehari-hari kita. Kekerasan yang membudaya tidak lagi dianggap sebagai perilaku meyimpang jika hal tersebut dilakukan banyak orang. Terbukti dengan hasil survey yang diadakan di 100 sekolah di Jakarta , dengan angka 48,7 % remaja menganggap radikalisme yang dilakukan atas nama agama dianggap sebagai suatu kebenaran .Pertanyaannya apakah kita sebagai pelaku radikalisme atau korban radikalisme itu sendiri telah menganggap radikalisme sebagi sesuatu hal yang lumrah.
Terlalu berat dan besar jika kita membicarakan radikalisme dengan melihat bom Cirebon, NII atau Osama, karena dalam keseharian kita disekitar kita sering kita melihat radikalisme di sekilar kita, bahkan kita sering kali menjadi pelaku radikalisme itu sendiri.
Cara kita memperlakukan sesamanya terutama orang yang secara struktural dibawah kita, cara orang tua memperlakukan anak-anaknya, cara memperlakukan negara terhadap rakyatnya.
Jusuf Kalla berkata bahwa radikalisme akan tumbuh subur selama keadilan belum ditegakkan. Jadi kita tidak bisa berharap akan terjadi deradikalisme di dunia selama masih ada ketidakadilan. Seperti halnya surga dan neraka sebagai sebuah pasangan. Kitapun tidak dapat berharap akan timbul kesejahteraan selama terdapat perrilaku yanfg tidak adil, padahal ketidakadilan, kesewenangwenangan , kejahatan itu akan selalu ada karena adanya kebaikan, kabijaksanaan. Jadi jangan terlalu berharap dunia akan aman tentram karena hakikatnya akan selalu ada dua sisi di dunia ini. Keputusan kitalah untuk memilih sisi yang mana, apakah sisi kegelapan atau terang. Karena pada dasarnya dua sisi itu akan selalu ada selama manusia itu hidup dan selama dunia masih berputar.
Jumat, 18 Maret 2011
JANGAN MENYERAH , sebuah hikmah dari bencana gempa di Jepang.
Banyak hal terjadi bulan ini. Kadang terjatuh, terjerembab, terengah-engah sampai ada saat ingin menyerah. Sebagai manusia biasa hal tersebut sebuah hal yang lumrah dialami setiap individu dalam perjalanan hidupnya. Mencoba bersikap tenang dengan tetap mencari solusi. Meraba- raba adakah hikmah yang akan didapat dari semua kejadian ini. Sampai saat mengetahi tragedi bencana yang menimpa Jepang.
Saat itu seolah terhenyak, Ya Tuhan apa yang ku alami saat ini ternyata jauh dibandingkan apa dialami di sana. Tidak ada tangis yang berlebihan, tidak ada reaksi yang berlebihan, semua seolah pasrah dan siap dengan segala resiko yang dihadapi.
Jepang adalah negara dengan kondisi geografis yang terletak dalam ring of fire sama seperti negara kita. Bedanya dengan negara kita adalah Jepang telah mempersiapkan diri dengan baik , karena itu ada pendapat yang mengatakan " No country may be better prepared for a major earthquake than Japan " . Gempa tahun 1923 dengan korban meninggal 100. 000 nyawa, gempa kobe tahun 1995 menewaskan 6.000 nyawa.
Pemerintah dan rakyatnya bahu membahu melalui bencana tersebut dengan sadar. Tidak ada penjarahan, tidak ada kekacauan, kesigapan petugas . Menunjukkan kepada kita siapa mereka.
Pemerintah dan rakyatnya bahu membahu melalui bencana tersebut dengan sadar. Tidak ada penjarahan, tidak ada kekacauan, kesigapan petugas . Menunjukkan kepada kita siapa mereka.
Jika mengambil benang merah dengan negara kita, gempa Aceh, Padang, Bantul, Pangandaran. Seharusnya memberikan kita pemahaman, gempa bukan hanya bicara tentang takdir Tuhan, tapi kesadaran kita sebagai manusia yang lemah seharusnya memberikan kita pemahaman untuk lebih mempersiapkan segala hal yang mampu dan sanggup kita lakukan untuk meminimalisir korban yang jatuh. Karena gempa sebenarnya tidak membunuh, akibat yang terjadi karena gempalah yang memakan korban. Runtuhnya bangunan, tsunami yang menyapu daerah pinggir pantai.
Ada satu hal yang menggelitik, ketika bencana gempa ini dibahas di depan kelas. Salah satu siswa menjawab dengan kepolosannya bahwa rakyat Jepang akan bangkit lagi dalam hitungan hari. Sebuah jawaban yang kembali menohok kita, sedemikian tangguhkah orang Jepang. Tangguh dalam artian sesungguhnya, jika kita menengok jauh kebelakang saat Hirosima dan Nagasaki di bombardir bom atom. Dalam hitungan tahun mereka dapat bangkit dan menjadi negara super power di bidang teknologi.
Gempa Jepang kembali mengingatkan kita kualitas seperti apakah diri kita. Apakah hanya seorang yang menghiba - hiba kepada Tuhan saat terjadi musibah, mencari kambing hitam. Kemudian terpuruk dan enggan untuk bangkit atau kita akan menjadi pribadi yang tangguh dan pantang menyerah seberat apapun cobaan yang akan Tuhan timpakan kepada kita . Karena sesungguhnya kualitas seseorang teruji pada saat dia tertimpa cobaan / bencana.
Selasa, 07 Desember 2010
FFI 2010 : MIZAN PRODUCTION dari Buku ke Film
Kita mengenal Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi sebagai sebuah buku / novel karya Andrea Hirata yang best seller dan fenomenal. Ketika kedua novel tersebut diangkat ke dunia film kita juga mengenalnya sebagai produksi Mizan Production.
Ketika trend mengangkat novel ke film melanda Amerika Serikat, ternyata wabah tersebut melanda negara kita. Dan Mizan yang kita kenal adalah sebuah perusahaan penebitan buku - buku bermutu tidak ketinggalan dengan trend yang melanda dunia. Hal ini merupakan angin segar di tengah kecenderungan munculnya film dengan ide yang sama seperti hantu, seks dengan mutu dan biaya yang rendah.
Dan, bukti kesungguhan Mizan Production menjaga kualitas dan komitmennya terhadap perkembangan industri film Indonesia adalah dengan memenangkan Piala Citra yang diraih film 3 Hati 2 Dunia dan 1 Cinta . Adapun ke-7 kategori FFI tahun 2010 yaitu :
1. Film Terbaik ( Mizan Production )
2. Pemeran utama Pria Terbaik ( Reza Rahadian )
3. Pemeran Utama Wanita Terbaik ( Laura Basuki )
4. Tata Artistik Terbaik ( Oscar Firdaus )
5. Pemeran Pendukung Pria Terbaik ( Rasyid Karim )
6. Penyutradaraan Terbaik ( Benni Setiawan )
7. Skenario Adaptasi Terbaik ( Benni Setiawan )
3 hati 2 dunia 1 cinta itu sendiri adalah 2 novel yang diangkat dari karya Ben Shohib berjudul The Da Peci Code dan Novel Rosid dan Delia mengikuti jejak laskar pelangi, sang pemimpi dan emak naik haji, selanjutnya Rindu Purnama merupakan novel yang diadaptasi ke film oleh Mizan Production.
Buku - buku yang diterbitkan Mizan Production senyatanya merupakan buku yang didalamnya banyak termuat nilai - nilai moral yang dibutuhkan negara ini untuk melangkah maju. Hal ini seharusnya menjadi perhatian Production House yang ada di negara ini agar menghasilkan karya - karya film yang tidak hanya menguntungkan secara finansial tapi juga memberikan nilai - nilai moral yang bermanfaat bagi semua pemirsanya.
Bravo Mizan...
Ketika trend mengangkat novel ke film melanda Amerika Serikat, ternyata wabah tersebut melanda negara kita. Dan Mizan yang kita kenal adalah sebuah perusahaan penebitan buku - buku bermutu tidak ketinggalan dengan trend yang melanda dunia. Hal ini merupakan angin segar di tengah kecenderungan munculnya film dengan ide yang sama seperti hantu, seks dengan mutu dan biaya yang rendah.
Dan, bukti kesungguhan Mizan Production menjaga kualitas dan komitmennya terhadap perkembangan industri film Indonesia adalah dengan memenangkan Piala Citra yang diraih film 3 Hati 2 Dunia dan 1 Cinta . Adapun ke-7 kategori FFI tahun 2010 yaitu :
1. Film Terbaik ( Mizan Production )
2. Pemeran utama Pria Terbaik ( Reza Rahadian )
3. Pemeran Utama Wanita Terbaik ( Laura Basuki )
4. Tata Artistik Terbaik ( Oscar Firdaus )
5. Pemeran Pendukung Pria Terbaik ( Rasyid Karim )
6. Penyutradaraan Terbaik ( Benni Setiawan )
7. Skenario Adaptasi Terbaik ( Benni Setiawan )
3 hati 2 dunia 1 cinta itu sendiri adalah 2 novel yang diangkat dari karya Ben Shohib berjudul The Da Peci Code dan Novel Rosid dan Delia mengikuti jejak laskar pelangi, sang pemimpi dan emak naik haji, selanjutnya Rindu Purnama merupakan novel yang diadaptasi ke film oleh Mizan Production.
Buku - buku yang diterbitkan Mizan Production senyatanya merupakan buku yang didalamnya banyak termuat nilai - nilai moral yang dibutuhkan negara ini untuk melangkah maju. Hal ini seharusnya menjadi perhatian Production House yang ada di negara ini agar menghasilkan karya - karya film yang tidak hanya menguntungkan secara finansial tapi juga memberikan nilai - nilai moral yang bermanfaat bagi semua pemirsanya.
Bravo Mizan...
Senin, 06 Desember 2010
Jadi Blogger ?
Jadi Blogger ? sebuah pertanyaan yang sejak lama ingin diwujudkan.
Kata Blogger terdengan seksi sejak boomoing trend dunia maya merebak di semua lapisan masyarakat.
Keinginan tersebut hanya mengendap karena gaptek dan rasa tidak percaya diri untuk memulai. Dan, akhirnya pada suatu waktu menemukan sebuah buku minimalis yang melecut semangat lama untuk menekuni seluk beluk blog. Buku karya Josephine K . Christian dengan judul " Rahasia jadi Seleb Blog"
Buku tersebut memberikan panduan yang sederhana mengenai seluk beluk blog dan blogger, diantarnya :
1. Pilih nama blog yang unik dan aneh.
2. Bikin postingan yang unik.
3. Bikin blogmu berbobot.
4. Riset untuk nulis blog
5. Sabar mengelola topik blog.
6. Sajikan yang paling fresh
7. Yang beda , dong !
8. Be a journalist !
9. latihan dan latihan
10. Getting the information
11. Pede ala lagi !
12. Don't do copycat !
13. Siapkan segudang ilmu
14. dan sebagainya.
Dari sekian banyak hal yang ditampilan di buku tersebut ada hal yang menurutku menarik yaitu point ke 11 : Pede aja lagi !
Memulai sesuatu selalu menjadi hal yang tersulit dari semua tahapan. Begitupun dengan manjadi blog . Perasaan gak pede karena seorang pemula , tidak tahu apa yang akan ditulis, tidak punya ide yang besar. Sering kali menjadi hantu yang menghalangi langkah awal seorang blogger.
Dalam buku itu kita diberikan pemahaman bahwa sebagai langkah awal kita bisa memulai dengan hal- hal yang biasa.
Jadi...tidak ada kata terlambat untuk memulai. Pede aja lagi !
Kata Blogger terdengan seksi sejak boomoing trend dunia maya merebak di semua lapisan masyarakat.
Keinginan tersebut hanya mengendap karena gaptek dan rasa tidak percaya diri untuk memulai. Dan, akhirnya pada suatu waktu menemukan sebuah buku minimalis yang melecut semangat lama untuk menekuni seluk beluk blog. Buku karya Josephine K . Christian dengan judul " Rahasia jadi Seleb Blog"
Buku tersebut memberikan panduan yang sederhana mengenai seluk beluk blog dan blogger, diantarnya :
1. Pilih nama blog yang unik dan aneh.
2. Bikin postingan yang unik.
3. Bikin blogmu berbobot.
4. Riset untuk nulis blog
5. Sabar mengelola topik blog.
6. Sajikan yang paling fresh
7. Yang beda , dong !
8. Be a journalist !
9. latihan dan latihan
10. Getting the information
11. Pede ala lagi !
12. Don't do copycat !
13. Siapkan segudang ilmu
14. dan sebagainya.
Dari sekian banyak hal yang ditampilan di buku tersebut ada hal yang menurutku menarik yaitu point ke 11 : Pede aja lagi !
Memulai sesuatu selalu menjadi hal yang tersulit dari semua tahapan. Begitupun dengan manjadi blog . Perasaan gak pede karena seorang pemula , tidak tahu apa yang akan ditulis, tidak punya ide yang besar. Sering kali menjadi hantu yang menghalangi langkah awal seorang blogger.
Dalam buku itu kita diberikan pemahaman bahwa sebagai langkah awal kita bisa memulai dengan hal- hal yang biasa.
Jadi...tidak ada kata terlambat untuk memulai. Pede aja lagi !
Minggu, 05 Desember 2010
EAT PRAY LOVE, antara Film dan Novel
Pertama kali mengenal kata - kata tersebut pada saat menonton acara oprah winfrey show di stasiun Metro Tivi, ternyata itu adalah judul sebuah novel karya Elizabeth Gilbert yang pada saat tayang merupakan novel best seller di negara paman sam.
Buku-buku Oprah biasa mendapatkan label oprahbook dan sudah menjadi garansi kalau buku-buku yang telah menjadi koleksinya adalah buku-buku yang terjamin kualitasnya.
Dan, beberapa waktu kemudian di televisi muncul tentang pembuatan film eat pray love di Bali dengan bintang utama aktris oscar Julia Robert, bersamaan dengan tayangnya film tersebut di Indonesia akhirnya novelnya dapat dinikmati.
Dengan nama besar Julia Robert dan Novel yang best seller, pasti novel dan film tersebut akan menjadi film yang hebat .
Berikut ini adalah novel yang diadaptasi ke film :
1. Davinci code-nya Dan Brown
2. Laskar pelangi-nya Andrea Herata
3. Eragon-nya Christoper Paolini
4. Sang Pemimpi-nya Andrea Hirata
5. Twiligt dll -nya Stephenie Meyer
6. Harry Potter-nya JK Rowling
7. dll
Menurutku dari sekian novel yang diadaptasi ke film, hanya Laskar pelang, dan Harry Potter yang filmnya dapat mendekati kualitas novel-nya.
kembali ke Eat pray love.
Satu hal yang hilang dari film ini adalah pergulatan batin Liss ( Elizabeth Gilbert )tidak dikemas dengan baik. Konflik batin seorang wanita yang harus kehilangan segalanya demi pencarian identitas diri tidak dapat diwakili di film tersebut.
Ketika harus ke India dan menginap di ashram , situasi dan pengalaman liss tidak dapat dikomunikasikan oleh fil tersebut kepada pemirsanya.
Penampilan Ketut Lyer-pun serasa kurang sreg dengan dialog-dialog yang terbatas.
Kejeniusan Julia Robert dalam film ini kurang dapat dilihat.
Tapi, apapun itu, kita tetap harus berbangga diri karena Bali sebagai satu kesatuan wilayah Indonesia ternyata telah sedemikian terkenal sebagai destinasi wisata dan tempat pelarian orang-orang di seluruh penjuru dunia yang sedang mencari identitas diri.
Buku-buku Oprah biasa mendapatkan label oprahbook dan sudah menjadi garansi kalau buku-buku yang telah menjadi koleksinya adalah buku-buku yang terjamin kualitasnya.
Dan, beberapa waktu kemudian di televisi muncul tentang pembuatan film eat pray love di Bali dengan bintang utama aktris oscar Julia Robert, bersamaan dengan tayangnya film tersebut di Indonesia akhirnya novelnya dapat dinikmati.
Dengan nama besar Julia Robert dan Novel yang best seller, pasti novel dan film tersebut akan menjadi film yang hebat .
Berikut ini adalah novel yang diadaptasi ke film :
1. Davinci code-nya Dan Brown
2. Laskar pelangi-nya Andrea Herata
3. Eragon-nya Christoper Paolini
4. Sang Pemimpi-nya Andrea Hirata
5. Twiligt dll -nya Stephenie Meyer
6. Harry Potter-nya JK Rowling
7. dll
Menurutku dari sekian novel yang diadaptasi ke film, hanya Laskar pelang, dan Harry Potter yang filmnya dapat mendekati kualitas novel-nya.
kembali ke Eat pray love.
Satu hal yang hilang dari film ini adalah pergulatan batin Liss ( Elizabeth Gilbert )tidak dikemas dengan baik. Konflik batin seorang wanita yang harus kehilangan segalanya demi pencarian identitas diri tidak dapat diwakili di film tersebut.
Ketika harus ke India dan menginap di ashram , situasi dan pengalaman liss tidak dapat dikomunikasikan oleh fil tersebut kepada pemirsanya.
Penampilan Ketut Lyer-pun serasa kurang sreg dengan dialog-dialog yang terbatas.
Kejeniusan Julia Robert dalam film ini kurang dapat dilihat.
Tapi, apapun itu, kita tetap harus berbangga diri karena Bali sebagai satu kesatuan wilayah Indonesia ternyata telah sedemikian terkenal sebagai destinasi wisata dan tempat pelarian orang-orang di seluruh penjuru dunia yang sedang mencari identitas diri.
Langganan:
Postingan (Atom)